Irigasi yang tidak seimbang menjadi salah satu pemicu utama timbulnya daun kuning pada persik. Pemberian air berlebih hingga melebihi 15 liter per pohon dewasa per minggu saat curah hujan tinggi dapat memicu pembusukan akar halus. Sebaliknya, pada musim kemarau, penyiraman ideal dilakukan 2 hingga 3 kali seminggu dengan volume 5-10 liter per tanaman, tergantung pada porositas media tanam yang digunakan.
Selain faktor air, ketidakseimbangan pH tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara mikro seperti zat besi (Fe) dan magnesium (Mg). Pada tanah tropis yang terlalu asam dengan pH di bawah 6,0, zat besi menjadi terikat dan tidak dapat diserap oleh akar persik. Pemberian kompos matang sebanyak 5 hingga 10 kg per pohon setiap 3 bulan sekali sangat efektif menjaga kegemburan tanah sekaligus menstabilkan pH pada rentang optimal.
Serangan hama pengisap cairan seperti tungau dan kutu daun juga sering memicu bintik-bintik kuning yang meluas pada daun persik. Pemeriksaan sanitasi kebun yang dilakukan rutin seminggu sekali serta pemangkasan cabang yang terlalu rimbun akan meningkatkan sirkulasi udara dan intensitas cahaya matahari. Dengan perawatan terpadu ini, warna hijau alami pada daun persik dapat kembali pulih dalam beberapa minggu.