Pada fase vegetatif, yaitu 1 hingga 2 tahun pertama, berikan pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 5 hingga 10 kilogram per pohon setiap 3 bulan sekali. Penambahan pupuk kaya nitrogen dan fosfor juga dapat dilakukan sebanyak 100 hingga 250 gram per tanaman dengan frekuensi 2 kali setahun, yaitu pada awal musim hujan sekitar bulan Oktober dan akhir musim hujan pada bulan April. Aplikasi pupuk ini dilakukan dengan membuat parit melingkar sejajar tajuk pohon sedalam 10 sampai 15 sentimeter.
Saat ceremai memasuki fase generatif atau siap berbuah pada umur 2 hingga 3 tahun, fokus pemupukan bergeser pada pemenuhan kalium dan fosfor tinggi untuk merangsang bunga dan mencegah kerontokan calon buah. Berikan pupuk kandang dosis 15 hingga 20 kilogram per pohon sekali setahun pada awal musim hujan. Lakukan pemupukan susulan berupa pupuk makro yang tinggi kalium sebanyak 250 hingga 500 gram per pohon, dibagi menjadi 2 aplikasi setiap 6 bulan sekali demi menjaga produktivitas buah yang optimal.
Selama musim kemarau antara bulan Mei hingga September, penyiraman yang cukup sebanyak 20 hingga 30 liter per pohon perlu dilakukan setidaknya 2 kali seminggu segera setelah aplikasi pupuk ceremai agar nutrisi terlarut sempurna dan mudah diserap akar. Penggunaan mulsa organik dari jerami atau daun kering setebal 5 hingga 10 sentimeter di sekeliling piringan pohon juga sangat disarankan untuk menjaga kelembapan tanah, memelihara mikroorganisme tanah, serta mencegah nutrisi terbuang akibat penguapan ekstrim.