Media tanam yang baik merupakan kunci pertumbuhan awal bibit ceremai. Campurkan tanah galian bagian atas dengan 10 hingga 15 kg pupuk kandang yang telah terdekomposisi matang serta 250 gram pupuk fosfat sebagai pupuk dasar. Setelah tanah campuran dimasukkan kembali ke lubang tanam dan dibiarkan mengendap, buat cerukan kecil di tengahnya. Buka polibag bibit secara perlahan agar perakaran tidak rusak, lalu posisikan bibit tegak lurus di tengah lubang. Padatkan tanah di sekeliling pangkal batang dan lakukan penyiraman sebanyak 5 sampai 10 liter air per pohon.
Perawatan rutin tanaman ceremai tergolong sederhana namun memerlukan konsistensi. Pohon ceremai membutuhkan intensitas sinar matahari penuh minimal 6 hingga 8 jam sehari untuk memicu pembentukan bunga. Pada 2 bulan pertama setelah tanam, lakukan penyiraman rutin 1 kali sehari setiap pagi atau sore, terutama saat memasuki musim kemarau. Pemupukan susulan dapat diberikan setiap 3 hingga 4 bulan sekali menggunakan pupuk NPK seimbang sebanyak 100 hingga 200 gram per pohon. Pemangkasan bentuk juga penting dilakukan pada usia 6 bulan untuk merangsang munculnya percabangan baru yang produktif.
Masa panen ceremai umumnya berlangsung sepanjang tahun setelah tanaman memasuki fase dewasa. Buah siap dipetik ketika ukurannya sudah mencapai diameter 1,5 hingga 2 cm, berwarna hijau kekuningan, dan tekstur daging buahnya sedikit melunak. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan menggunakan gunting pangkas dengan memotong tangkai buahnya secara hati-hati. Hindari memetik buah dengan cara menariknya secara paksa agar tidak merusak bagian cabang tempat keluarnya bunga baru untuk periode pembuahan berikutnya.