Pengamatan kebun secara rutin minimal 1 kali seminggu pada musim hujan dan 2 kali seminggu pada musim kemarau sangat penting untuk mendeteksi keberadaan hama sejak dini. Luangkan waktu 15 sampai 30 menit setiap pengamatan untuk memeriksa bagian bawah daun muda, ketiak batang, dan buah yang sedang berkembang. Penanganan yang dilakukan saat populasi hama masih di bawah 5 persen dari total tajuk tanaman jauh lebih efektif dan hemat biaya.
Pengendalian secara fisik dan mekanis merupakan langkah pertama yang wajib diterapkan oleh setiap petani maupun pekebun rumahan. Lakukan sanitasi lingkungan dengan memungut dan memusnahkan seluruh buah ceremai yang busuk atau gugur di atas tanah setiap 3 hari sekali. Pemangkasan cabang yang terlalu rimbun hingga 20 persen tajuk juga membantu meningkatkan penetrasi sinar matahari dan sirkulasi udara sehingga menekan kelembapan mikro tempat hama berkembang biak.
Jika populasi hama melebihi ambang batas ekonomi, pemanfaatan bahan hayati dan ekstrak nabati seperti air perasan daun mimba atau larutan sabun nabati dapat diaplikasikan setiap 7 hingga 10 hari sekali pada sore hari. Penggunaan bahan kimia sintetis hendaknya menjadi opsi terakhir yang bijaksana. Selalu utamakan kesehatan ekosistem tanah dan kebun agar musuh alami seperti pemangsa kutu tetap lestari.