Langkah awal yang sangat krusial adalah pengelolaan tajuk tanaman melalui pemangkasan sanitasi. Pangkas sekitar 10 sampai 15 persen cabang yang terlalu rapat, dahan yang mati, serta ranting yang tumbuh ke arah dalam tajuk untuk meningkatkan sirkulasi udara dan penetrasi sinar matahari. Selain itu, pangkas dahan bagian bawah hingga sejauh 50 sampai 100 cm dari permukaan tanah agar cipratan air hujan yang mengandung spora jamur tidak mudah meloncat mengenai daun atau buah bawah.
Pengelolaan air di sekitar piringan pohon juga harus diperhatikan secara serius selama musim hujan. Buatlah saluran drainase berbentuk parit melingkar dengan kedalaman 30 sampai 40 cm di luar piringan tajuk untuk memastikan air hujan segera mengalir dan tidak menggenang di sekitar perakaran. Tambahkan 20 sampai 30 kg pupuk kompos matang yang diperkaya agen hayati serta 2 sampai 5 kg kapur dolomit per pohon untuk memelihara pH tanah pada kisaran ideal 6,0 hingga 6,5.
Pengawasan kebun harus dilakukan secara berkala minimal 1 sampai 2 kali dalam seminggu selama musim hujan berlangsung. Taburkan 100 sampai 200 gram mikroorganisme antagonis Trichoderma sp. di sekitar area piringan pohon setiap 3 bulan sekali untuk menekan populasi jamur jahat di dalam tanah. Kebun yang bersih dan terawat dengan sirkulasi udara yang lancar akan menekan risiko penyebaran penyakit secara signifikan.