Penanaman ideal dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan November. Pilih bibit hasil sambung pucuk berumur 1 hingga 1,5 tahun dengan tinggi minimal 50 cm yang tampak segar dan sehat. Tanaman manggis muda sangat peka terhadap sinar matahari terik, sehingga wajib diberi naungan buatan berupa atap rumbia atau paranet 50 persen selama 1 hingga 2 tahun pertama. Pada fase awal ini, lakukan penyiraman sebanyak 1 hingga 2 kali sehari saat hari tidak hujan agar media tanah di sekitar akar halus manggis tetap lembap.
Memasuki tahun kedua hingga kelima, lakukan pemupukan susulan secara teratur tiga kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan, pertengahan musim hujan, dan akhir musim hujan. Berikan pupuk organik sebanyak 20 kg per pohon diselingi pupuk NPK bertahap sesuai umur tanaman. Bersihkan gulma di area piringan pohon radius 1,5 meter dan lakukan pemangkasan pemeliharaan untuk membuang tunas air, dahan yang bersilangan, serta cabang yang terserang hama penyakit agar sirkulasi udara tajuk tetap terjaga.
Tanaman manggis dari bibit sambung pucuk umumnya mulai belajar berbuah pada umur 5 hingga 7 tahun. Pemanenan buah dilakukan saat kulit manggis mencapai tingkat kematangan fungsional, ditandai dengan warna kulit yang mulai memerah atau keunguan (sekitar 104 hingga 108 hari setelah bunga mekar penuh). Petik buah beserta tangkainya menggunakan galah yang dilengkapi kantong kain atau pangkas manual agar buah tidak jatuh terhempas ke tanah, karena benturan keras dapat merusak kualitas daging buah di dalamnya.