Saat memasuki fase produktif umur di atas 5 tahun, pemupukan susulan berfokus pada keseimbangan hara makro dan mikro. Berikan pupuk NPK seimbang 15-15-15 sebanyak 1,5 kg per pohon pada awal musim hujan di bulan Oktober atau November, diikuti pupuk berkadar Kalium tinggi sebanyak 2 kg per pohon menjelang pembungaan di akhir musim kemarau pada bulan Agustus atau September. Benamkan pupuk ke dalam parit melingkar sedalam 15 cm tepat di bawah lingkar luar tajuk daun, lalu tutup kembali dengan tanah.
Pemangkasan pemeliharaan dilakukan 1 kali setahun setelah masa panen usai pada bulan April atau Mei. Potong cabang yang bersilangan, tunas air, serta ranting kering atau terserang penyakit menggunakan gunting pangkas yang steril. Pemangkasan ini bertujuan membuka penetrasi sinar matahari hingga 70 sampai 80 persen ke dalam interior tajuk, yang terbukti efektif mencegah kelembapan berlebih penyebab serangan jamur upas dan pembusukan buah.
Pengelolaan air sangat krusial saat fase pengisian buah pada pertengahan musim hujan hingga menjelang panen. Genangan air berlebih di sekitar perakaran harus segera dialirkan melalui saluran drainase selokan seluas 30 cm di antara barisan tanaman. Stres air yang mendadak saat perubahan musim dari hujan ke kemarau dapat menyebabkan getah kuning keluar pada buah, sehingga kelembapan tanah harus dijaga stabil dengan pemberian mulsa jerami setebal 10 cm di piringan pohon.