Memasuki fase vegetatif awal, yaitu 7 hingga 14 hari setelah rompes pada kisaran bulan April dan Oktober, tanaman membutuhkan asupan hara tinggi nitrogen dan fosfor. Aplikasi pupuk apel pada fase ini bertujuan merangsang pembentukan tunas baru serta memicu pembungaan yang serempak. Penaburan 250 gram pupuk kaya nitrogen dan 150 gram fosfat per tanaman dilakukan merata di atas parit melingkar bawah tajuk.
Saat memasuki fase pembuahan atau sekitar 45 hari setelah rompes ketika pentil buah sebesar kelereng, kebutuhan hara bergeser ke unsur kalium. Pemberian 300 gram pupuk berkalium tinggi per pohon diberikan untuk meningkatkan pembelahan sel, memperbesar ukuran buah, menambah kadar gula, dan mempertajam warna merah pada kulit buah apel. Pemupukan kalium ini diserap maksimal jika kondisi tanah tetap lembap.
Selain hara makro, penyemprotan hara mikro berupa kalsium dan boron melalui daun wajib dilakukan setiap 14 hari sekali hingga sebulan sebelum panen. Kalsium mencegah timbulnya bintik hitam atau bitter pit pada daging buah, sedangkan boron meminimalkan risiko buah pecah. Setiap selesai mengaplikasikan pupuk padat, lakukan penyiraman sebanyak 15 hingga 20 liter air per pohon agar hara terlarut sempurna.