Penyiraman secara teratur sangat menentukan tingkat kesuburan vegetatif dan pembentukan buah apel. Pada musim kemarau, siram tanaman setiap 2 hingga 3 hari sekali dengan volume air sekitar 15 sampai 20 liter per pohon dewasa. Memasuki musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman dan pastikan tidak ada air yang menggenang di sekitar pangkal batang untuk mencegah infeksi jamur akar.
Pemupukan berkala wajib dilakukan dua kali dalam seahun, yaitu pada awal dan akhir musim hujan. Berikan pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 15 hingga 20 kg per pohon, dipadukan dengan pupuk NPK seimbang sebanyak 250 hingga 500 gram sesuai umur tanaman. Aplikasikan pupuk ke dalam parit melingkar sejauh tajuk daun terluar dengan kedalaman sekitar 15 cm lalu tutup kembali dengan tanah.
Agar apel di daerah tropis dapat merangsang pembungaan secara serempak, lakukan teknik perontokan daun (rompes) dan pelengkungan cabang dua kali setahun, biasanya pada bulan April dan Oktober. Setelah perontokan daun, segera pangkas cabang air, ranting yang bersilangan, serta bagian tanaman yang terserang hama untuk menjaga sirkulasi udara dan masuknya cahaya matahari ke dalam tajuk.