Salah satu pemicu utama timbulnya daun kuning adalah manajemen penyiraman dan drainase tanah yang kurang tepat. Tanaman apel membutuhkan pasokan air sekitar 15 sampai 20 liter per pohon setiap 2 sampai 3 hari pada musim kemarau. Sebaliknya, ketika memasuki musim hujan dengan curah hujan tinggi, tanah yang tergenang air selama lebih dari 3 hari berturut-turut akan mengalami anoksia atau kekurangan oksigen pada perakaran, yang memicu pembusukan akar dan membuat daun menguning tajam.
Ketidakseimbangan unsur hara mikro dan makro di dalam tanah juga berdampak langsung pada warna daun. Kekurangan unsur Nitrogen (N) menyebabkan daun-daun tua di bagian bawah menguning secara merata, sedangkan kekurangan zat besi (Fe) menyebabkan klorosis interveinal, yaitu helai daun muda menguning sementara tulang daunnya tetap berwarna hijau. Pemberian pupuk NPK seimbang sebanyak 200 hingga 500 gram per pohon secara berkala setiap 3 bulan dapat memulihkan kondisi nutrisi tanah.
Faktor biotis seperti serangan tungau merah (Tetranychus sp.) saat musim kemarau dan infeksi jamur Marssonina coronaria saat musim hujan tinggi sangat mempercepat proses penguningan daun. Organisme pengganggu tanaman ini merusak jaringan klorofil sehingga kemampuan fotosintesis menurun drastis. Sanitasi kebun secara teratur setiap 7 hingga 10 hari dengan membuang daun gugur sangat penting untuk memutus rantai penyebaran hama dan penyakit ini.