Pada awal musim kemarau, serangan hama apel jenis kutu sisik dan tungau merah sangat intensif karena kelembapan udara yang rendah memicu percepatan siklus hidup serangga. Pemantauan rutin setidaknya 2 kali seminggu pada bagian bawah daun dan pucuk muda sangat krusial untuk mendeteksi keberadaan koloni hama sebelum kerusakan meluas ke seluruh areal kebun seluas satu hektar.
Langkah pencegahan utama yang efektif adalah dengan melakukan perempelan daun dan pemangkasan cabang yang tidak produktif setiap 4 hingga 6 bulan sekali guna menjaga sirkulasi udara di dalam tajuk tanaman apel. Kebun yang terlalu rimbun menciptakan mikroiklim yang lembap, sangat disukai oleh hama pengerek batang dan ulat pemakan daun untuk bertelur dan berkembang biak.
Selain pemangkasan, penerapan kebersihan sanitasi kebun dengan mengumpulkan dan membakar atau mengubur buah apel yang jatuh akibat terserang hama sekurang-kurangnya seminggu sekali dapat memutus siklus hidup larva. Pendekatan pengelolaan hama terpadu ini terbukti menekan populasi hama apel secara signifikan tanpa merusak ekosistem kebun.