Memasuki fase produktif yaitu umur di atas 3 tahun, kebutuhan pupuk NPK berimbang ditingkatkan menjadi 1,5 hingga 2 kg per pohon yang dibagi dalam 2 sampai 3 kali aplikasi setahun. Penaburan pupuk kimia ini disebarkan merata pada parit melingkar sedalam 10 cm tepat di bawah lingkar tajuk luar daun. Saat musim kemarau basah atau musim hujan, pemberian pupuk makro harus diimbangi dengan ketersediaan air yang cukup agar nutrisi mudah terlarut dan terabsorpsi oleh akar serabut.
Unsur mikro seperti Klorida dan Magnesium sangat berpengaruh terhadap kualitas aroma serta rasa manis air kelapa Pandan Wangi. Pemberian garam kasar non-yodium sebanyak 200 hingga 500 gram per pohon per tahun terbukti membantu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman kekeringan sekaligus memperkuat aroma pandan pada air dan daging buah muda. Aplikasi garam ini paling efektif dilakukan pada awal musim kemarau di atas permukaan tanah piringan tanaman.
Selain pemupukan akar, pemberian pupuk hayati dan pembenah tanah sebanyak 100 gram per pohon pada awal musim hujan sangat dianjurkan untuk menjaga populasi mikroba baik di dalam tanah. Tanah yang gembur dan kaya bahan organik mempermudah sistem perakaran kelapa dalam menyerap unsur hara harian secara konsisten. Lakukan pengemburan tanah di sekitar piringan dengan jarak 1,5 meter dari batang utama setiap 4 bulan sekali agar aerasi tanah tetap terjaga dengan baik.