Persiapan lahan dilakukan dengan membuat lubang tanam berukuran 80x80x80 cm dengan jarak tanam 6x6 meter atau 7x7 meter menggunakan pola segitiga sama sisi. Pisahkan lapisan tanah atas dan tanah bawah saat menggali, lalu campurkan lapisan tanah atas dengan 20 kg pupuk kandang matang atau kompos serta 1 kg kapur pertanian jika kondisi tanah terlalu asam. Lubang tanam tersebut dibiarkan terbuka selama 2 hingga 4 minggu agar terkena sinar matahari secara langsung guna mematikan patogen tular tanah sebelum bibit ditanam.
Pemeliharaan rutin sangat menentukan kecepatan tumbuh dan produktivitas tanaman di kemudian hari. Pada fase vegetatif hingga umur 2 tahun, lakukan penyiraman sebanyak 10 hingga 20 liter per pohon sebanyak 2 kali seminggu saat musim kemarau. Pembersihan piringan di sekitar pangkal batang dengan radius 1,5 meter harus dilakukan setiap 2 bulan sekali untuk mencegah kompetisi nutrisi dari gulma. Pemupukan susulan diberikan 3 hingga 4 kali dalam setahun menggunakan kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik berimbang sesuai tahap pertumbuhan.
Kelapa pandan wangi mulai belajar berbuah pada umur 3 hingga 4 tahun setelah tanam, jauh lebih cepat dibandingkan kelapa dalam pada umumnya. Panen buah muda dilakukan saat buah berumur 7 hingga 8 bulan setelah pembuangan seludang, ditandai dengan ukuran buah yang sudah maksimal dan konsentrasi aroma pandan yang berada di tingkat tertinggi. Dalam kondisi subur, satu pohon sehat mampu menghasilkan 10 hingga 12 tandan per tahun dengan total produksi berkisar antara 100 hingga 150 butir buah muda segar.