Serangan hama utama seperti kumbang tanduk dapat merusak titik tumbuh dan menurunkan produksi buah hingga 60 persen jika tidak ditangani secara cepat. Tanaman yang tertanam di lahan bekas kelapa sawit atau dekat penumpukan bahan organik pembusukan memiliki risiko serangan 3 kali lebih tinggi. Penggunaan perangkap feromon sebanyak 1 unit per hektar terbukti efektif menekan populasi kumbang dewasa sebelum sempat merusak pupus daun muda.
Selain hama penggerek, serangga penghisap cairan daun seperti kutu putih dan ulat pemakan daun kelapa sering merebak pada puncak musim kemarau. Penurunan luas permukaan daun aktif akibat serangan ini merusak proses fotosintesis, membuat pembentukan seludang bunga terhambat selama 3 hingga 6 bulan ke depan. Pemberian pukan terdekomposisi sempurna sebanyak 20 kilogram per pohon per tahun dapat meningkatkan ketahanan alami jaringan tanaman terhadap gigitan hama.
Langkah pengendalian terbaik selalu dimulai dari sanitasi lingkungan kebun secara konsisten setiap bulan. Pembersihan gulma di sekitar piringan pohon sejauh radius 1,5 meter dan pembuangan pelepah tua yang terkulai akan menghilangkan tempat persembunyian hama. Kolaborasi antara teknik mekanis, hayati, dan perawatan budaya ini memastikan tanaman kelapa pandan wangi tumbuh subur dan berbuah lebat di seluruh wilayah Indonesia.