Pada fase vegetatif atau umur 1 hingga 3 tahun, fokus pemberian pupuk rukam adalah memicu pertumbuhan batang dan perakaran. Berikan kompos atau pupuk kandang matang sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 6 bulan sekali, tepatnya pada awal dan akhir musim hujan. Ditambah pupuk NPK seimbang sebanyak 100 hingga 150 gram per pohon setiap 3 bulan untuk mempercepat pembentukan tajuk yang rimbun.
Memasuki usia produktif di atas 3 tahun, strategi pemberian pupuk rukam bergeser untuk merangsang pembungaan dan pembuahan sepanjang tahun. Kurangi unsur Nitrogen dan tingkatkan unsur Fosfor serta Kalium dengan menaburkan 200 hingga 300 gram pupuk majemuk bernutrisi PK tinggi per tanaman sebanyak 2 kali setahun, yaitu menjelang fase pembungaan dan setelah panen raya. Pemupukan ini memicu rasa buah yang lebih manis dan mengurangi risiko gugur buah.
Selain pupuk utama, kondisi keasaman tanah tropis di Indonesia perlu dijaga pada pH 5.5 hingga 6.5. Taburkan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 500 gram per pohon setahun sekali saat awal musim kemarau jika tanah terlalu asam. Pada puncak musim kemarau bulan Juli hingga Agustus, kurangi frekuensi pupuk anorganik dan fokus pada pemberian mulsa organik tebal 5 hingga 10 cm untuk menjaga kelembapan tanah di sekitar perakaran rukam.