Pengamatan kondisi kebun sebaiknya dilakukan secara berkala minimal 2 kali dalam seminggu pada pagi hari antara pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Pengecekan difokuskan pada area bawah permukaan daun, sela-sela dompolan buah, serta batang utama. Apabila ditemukan buah rukam yang membusuk atau menunjukkan bercak hitam kecil bekas tusukan, segera petik dan musnahkan buah tersebut dengan cara menguburnya setebal 30 sentimeter di dalam tanah.
Langkah pembungkusan buah rukam menggunakan kantong kertas tebal atau plastik berlubang halus dapat dimulai saat buah muda mencapai diameter sekitar 1 sentimeter. Praktik fisik ini terbukti mampu menurunkan risiko kerusakan akibat lalat buah hingga 90 persen tanpa mengganggu perkembangan warna kulit buah. Pemasangan perangkap atraktan alami berbasis metil eugenol sebanyak 4 hingga 6 titik per hektar juga sangat efektif menekan populasi serangga jantan di area pertanaman.
Pemangkasan pemeliharaan cabang rukam perlu dilaksanakan 1 kali setiap 3 bulan untuk memfasilitasi masuknya cahaya matahari hingga 100 persen ke dalam kanopi dalam. Kanopi yang terlalu rimbun menciptakan mikroiklim lembap yang disukai koloni kutu putih dan memicu timbulnya jamur embun jelaga. Kombinasi sanitasi piringan pohon dan pemangkasan teratur akan memutus siklus hidup hama secara berkelanjutan sepanjang tahun.