Pada musim hujan dengan curah hujan tinggi di atas 200 mm per bulan, sistem drainase tanah yang buruk dapat menyebabkan kelebihan air dan pembusukan perakaran. Akar yang membusuk kehilangan kemampuan menyerap nutrisi dari dalam tanah, sehingga daun rukam perlahan menguning dan akhirnya rontok. Pembuatan saluran drainase melingkar sedalam 30 cm di sekeliling tajuk tanaman sangat efektif untuk mengalirkan kelebihan air hujan.
Kekurangan unsur hara hara seperti Nitrogen (N) dan Zat Besi (Fe) juga menjadi pemicu utama daun rukam berubah kekuningan. Pemberian pupuk kandang matang atau kompos sebanyak 10 hingga 15 kg per pohon setiap 6 bulan sekali sangat dianjurkan untuk memperkaya tanah. Lakukan jadwal pemupukan ini secara teratur pada awal dan akhir musim hujan agar penyerapan unsur hara berjalan optimal.
Serangan hama penghisap seperti kutu daun atau tungau pada bagian permukaan bawah daun dapat merusak klorofil hingga muncul bercak kuning meluas. Pemangkasan cabang yang terlalu rimbun sebanyak 15 hingga 20 persen dari total tajuk perlu dilakukan satu kali setahun untuk meningkatkan sirkulasi udara dan intensitas sinar matahari. Pengamatan rutin seminggu sekali sangat disarankan untuk memantau kesehatan daun secara berkala.