Proses perkembangan buah rukam dari bunga mekar hingga matang sempurna berlangsung sekitar 3 sampai 4 bulan. Kuantitas panen pada pohon dewasa berumur 5 tahun ke atas dapat mencapai 15 hingga 25 kilogram per pohon dalam satu siklus panen utama. Petani disarankan memantau pohon secara berkala setiap 2 hari sekali pada puncak masa panen untuk mencegah buah gugur ke tanah atau habis dimakan hama malam seperti kelelawar dan musang.
Teknik unik yang sangat menentukan kualitas konsumsi buah rukam adalah pemijatan buah sebelum atau setelah dipetik. Secara tradisional, buah rukam yang dipijit lembut di antara dua telapak tangan hingga teksturnya mengenyal akan mengalami perubahan struktur sel yang menetralkan kadar tanin penyebab rasa sepet. Saat memanen, potong tangkai buah menggunakan gunting pangkas tajam sekitar 0,5 sentimeter di atas pangkal buah agar kulit buah tidak robek.
Penanganan pascapanen buah rukam memerlukan kehati-hatian tinggi karena tekstur buah matang yang lunak sangat rentan memar. Buah yang telah dipetik harus disusun dalam keranjang beralas daun pisang atau jerami kering dengan ketebalan maksimal 3 tumpukan. Pada suhu ruang tropis 28 hingga 32 derajat Celsius, buah rukam segar bertahan 2 hingga 3 hari, sedangkan penyimpanan pada suhu dingin 10 derajat Celsius mampu memperpanjang kesegaran hingga 7 sampai 10 hari.