Memasuki usia produktif di atas 3 tahun, pemupukan bisbul dialihkan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan dengan meningkatkan unsur fosfor dan kalium. Taburkan pupuk pemicu buah sebanyak 250-500 gram per pohon dengan frekuensi 3 bulan sekali. Pemupukan ini sebaiknya dilakukan melingkar searah tajuk luar pohon dengan kedalaman parit 10-15 cm, lalu ditutup kembali dengan tanah agar nutrisi tidak menguap atau hanyut saat hujan turun.
Selain pupuk makro, bisbul membutuhkan unsur hara mikro seperti kalsium dan magnesium untuk mencegah kerontokan bunga serta pembusukan ujung buah. Aplikasi kapur pertanian (dolomit) sebanyak 1-2 kg per pohon secara berkala 1 tahun sekali pada pertengahan musim kemarau (Juli-Agustus) sangat efektif menjaga pH tanah tetap ideal di kisaran 6,0-6,5. Kondisi tanah yang asam dapat menghambat penyerapan pupuk bisbul secara optimal.
Pemeliharaan kesuburan tanah jangka panjang disempurnakan dengan pemberian mulsa organik berupa dedaunan kering atau jerami setebal 5-10 cm di sekeliling piringan pohon. Mulsa ini dibiarkan melapuk secara alami untuk menambah kadar bahan organik tanah dan menahan kelembapan akar. Lakukan penyiraman sebanyak 20-30 liter air per pohon setelah setiap pemupukan guna melarutkan hara agar langsung terserap oleh perakaran efektif.