Selain faktor kebasahan tanah, kekurangan unsur hara mikro dan makro menjadi pemicu utama lainnya saat memasuki transisi musim kemarau. Tanaman bisbul berumur 2 sampai 4 tahun membutuhkan asupan pupuk organik setidaknya 10 sampai 15 kg per pohon setiap 4 bulan sekali, serta pemupukan berimbang yang mengandung nitrogen dan zat besi tinggi agar pembentukan klorofil daun tetap optimal sepanjang tahun.
Serangan hama seperti kutu kebul, tungau merah, atau kutu tempurung juga sering menyerap cairan sel daun bisbul dari permukaan bawah, meninggalkan bercak-bercak kuning tidak teratur yang berujung pada gugurnya daun. Penyemprotan rutin berbahan hayati atau nabati sebanyak 1 kali seminggu pada pagi hari jam 06.00 sampai 08.00 terbukti efektif menekan populasi hama ini sebelum meluas ke seluruh tajuk tanaman.
Untuk memulihkan tanaman bisbul yang daunnya menguning, mulailah dengan perbaikan sanitasi kebun, gemburkan tanah di sekitar piringan tajuk sejauh 50 sampai 100 cm dari batang utama, dan pastikan saluran drainase selebar 30 cm berfungsi baik. Pengaturan penyiraman saat musim kemarau sebanyak 20 sampai 30 liter per pohon tiap 2 hari sekali akan membantu penyerapan hara berjalan normal kembali.