Pengamatan rutin setidaknya 2 kali seminggu pada area pucuk daun muda, permukaan bawah daun, serta bakal buah sangat penting untuk mendeteksi keberadaan hama secara dini. Hama utama yang sering menyerang bisbul meliputi kutu putih, lalat buah, serta ulat penggerek yang menyerang saat buah mulai matang dan beraroma harum pada rentang bulan Juli hingga November.
Sanitasi kebun menjadi kunci utama pengendalian secara budidaya, yaitu dengan membersihkan gulma radius 2 meter di sekitar piringan batang dan memangkas cabang yang terlalu rapat untuk menjaga sirkulasi udara. Pemangkasan kanopi yang teratur menjaga tinggi pohon ideal sekitar 3 hingga 4 meter, sehingga memudahkan proses pemeliharaan serta pemungutan buah yang terinfeksi.
Pemasangan perangkap lalat buah beratraktan sebanyak 15 hingga 20 titik per hektar sangat efektif menekan populasi lalat jantan sebelum membuahi betina. Apabila serangan hama sudah melampaui ambang batas toleransi, tindakan pengendalian dapat memadukan agens hayati dengan aplikasi pestisida terdaftar sesuai dengan rekomendasi penyuluh pertanian setempat.