Pada fase pertumbuhan (0-6 bulan setelah tanam), berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 50-100 gram per pohon setiap 2 bulan sekali. Campur dengan 2-3 kg pupuk kandang matang per pohon. Siram setelah pemupukan. Pada fase ini, hindari pupuk dengan N terlalu tinggi karena bisa memacu daun saja.
Memasuki fase dewasa ( >1 tahun) dan menjelang musim berbunga (biasanya awal musim kemarau, sekitar April-Mei), alihkan ke pupuk dengan P dan K lebih tinggi, misal NPK 12-12-17 atau 10-10-20, dosis 150-200 gram per pohon setiap 2-3 bulan. Tambahkan pupuk kandang 3-5 kg per pohon setahun sekali. Pemupukan dihentikan saat musim hujan lebat untuk mencegah pencucian hara.
Untuk tanaman dalam pot, gunakan pupuk slow release (misal 14-14-14) sebanyak 5-10 gram per pot ukuran 30 cm setiap 3-4 bulan. Siram dengan pupuk cair organik (misal dari fermentasi kotoran kambing) setiap 2 minggu sekali. Pastikan drainase baik agar akar tidak busuk. Jika daun menguning, tambahkan pupuk mikro (misal kompos yang mengandung unsur mikro).