Kutu putih biasanya muncul di ketiak daun dan batang muda, tampak seperti kapas putih. Serangan berat menyebabkan daun menguning dan layu. Pengendalian bisa dilakukan secara mekanis dengan menyemprot air bertekanan atau mengusap dengan kapas alkohol. Untuk serangan ringan, cukup dipetik dan dimusnahkan. Jika populasi tinggi, gunakan insektisida berbahan aktif minyak neem atau sipermetrin sesuai label. Ulat daun memakan daun hingga berlubang-lubang. Pada serangan ringan, kumpulkan ulat secara manual. Untuk pencegahan, semprotkan Bacillus thuringiensis (Bt) setiap 7-10 hari saat musim hujan.
Kutu daun berukuran kecil, berwarna hijau atau hitam, menggerombol di pucuk dan kuncup bunga. Mereka menghisap cairan tanaman dan mengeluarkan embun madu yang memicu jamur jelaga. Pengendalian dapat dilakukan dengan menyemprot air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) seminggu sekali. Alternatif lain adalah melepas predator alami seperti kumbang koksi. Hindari penggunaan pestisida kimia berlebihan karena dapat membunuh musuh alami.
Perawatan tanaman yang baik seperti pemupukan berimbang (NPK 16-16-16 setiap 2-3 bulan) dan penyiraman cukup (2-3 kali seminggu saat kemarau) dapat meningkatkan ketahanan tanaman. Pangkas bagian yang terserang berat dan buang jauh dari tanaman. Jika hama tidak terkendali, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida spesifik sesuai kondisi lapangan.