Langkah pertama adalah memilih bibit. Bibit bisa berasal dari biji, cangkok, atau stek batang. Bibit dari cangkok atau stek lebih cepat berbunga (1-2 tahun) dibanding biji (3-5 tahun). Jika menggunakan biji, rendam biji dalam air hangat (50°C) selama 24 jam, lalu semai di media pasir dan kompos (1:1) dalam polybag. Simpan di tempat teduh dan siram 2 kali sehari. Setelah 2-3 bulan, bibit siap dipindahkan ke pot atau lahan. Untuk penanaman di pot, gunakan pot berdiameter minimal 40 cm dengan lubang drainase. Media tanam: campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam bakar (2:1:1).
Perawatan meliputi penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan. Siram 1-2 kali sehari pada musim kemarau, kurangi menjadi 2-3 kali seminggu saat musim hujan. Pupuk kandang atau kompos diberikan setiap 3 bulan sebanyak 1-2 kg per tanaman dewasa. Pupuk NPK (16-16-16) bisa diberikan setiap 2 bulan dengan dosis sesuai label (jangan berlebihan). Pemangkasan dilakukan setelah berbunga untuk membentuk tajuk dan merangsang cabang baru. Pangkas cabang yang mati, terserang hama, atau terlalu rimbun. Cempaka mulai berbunga setelah 2-3 tahun (bibit cangkok) atau 4-5 tahun (biji). Bunga mekar bertahap, biasanya pada musim kemarau (Juni-September) dan bisa dipanen saat pagi hari sebelum bunga layu.
Hama yang sering menyerang adalah kutu daun, ulat, dan tungau. Kutu daun biasanya menyerang pucuk dan kuncup bunga. Ciri: daun menguning, keriput, dan ada embun madu. Atasi dengan menyemprot air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Ulat daun dapat dipetik langsung. Tungau menyebabkan daun berbintik kuning, atasi dengan menjaga kelembaban dan menyemprot air. Penyakit yang umum adalah jamur akar (busuk akar) akibat drainase buruk. Ciri: daun layu mendadak, batang lembek. Solusi: perbaiki drainase, kurangi penyiraman, dan ganti media tanam. Jangan gunakan pestisida kimia sembarangan; konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat jika serangan parah.