Persiapan umbi: rendam umbi dalam larutan fungisida alami (ekstrak bawang putih 10% selama 15 menit) untuk mencegah busuk. Tanam umbi dengan kedalaman 10-15 cm (tiga kali tinggi umbi) dan jarak antar umbi 20-25 cm. Posisikan ujung tunas menghadap ke atas. Siram secukupnya setelah tanam, jangan sampai genangan. Mulsa jerami setebal 5 cm dapat menjaga kelembaban dan menekan gulma.
Perawatan: siram 2-3 kali seminggu saat musim kemarau, kurangi saat musim hujan. Pupuk NPK 16-16-16 setiap 2 minggu sekali dengan dosis 5 gram/tanaman (larutkan dalam 1 liter air) mulai 2 minggu setelah tanam hingga muncul kuncup bunga. Lakukan penyiangan rutin. Untuk mencegah hama kutu daun, semprotkan air sabun (1 sendok sabun cair per 5 liter air) setiap minggu. Jika muncul bercak daun (Botrytis), kurangi kelembaban dengan memperbaiki sirkulasi udara.
Panen: potong tangkai bunga saat kuncup pertama mulai membuka (pagi hari). Sisakan 2/3 batang untuk memulihkan umbi. Setelah bunga layu, potong tangkai bunga saja, biarkan daun menguning alami. Setelah daun kering (sekitar 2 bulan setelah panen), gali umbi, bersihkan, simpan di tempat kering dan sejuk untuk ditanam kembali musim depan. Umbi dapat disimpan hingga 6 bulan dalam serbuk gergaji.