Penyebab paling sering adalah overwatering dan drainase buruk. Lavender tidak tahan akar basah; tanah yang terlalu lembap menyebabkan akar membusuk dan daun menguning. Ciri khas: daun bawah menguning lebih dulu, tanah terasa basah terus, dan tanaman layu meski tanah basah. Solusi: kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1-2 kali seminggu saat musim kemarau, dan pastikan pot memiliki lubang drainase. Jika tanam di tanah, buat bedengan tinggi atau campur pasir/kerikil.
Penyebab kedua adalah pH tanah terlalu tinggi (alkalin) atau rendah (asam). Lavender tumbuh optimal di pH 6,5-7,5. Di Indonesia, tanah cenderung asam (pH <6) karena curah hujan tinggi. Ciri: daun menguning merata, pertumbuhan kerdil. Solusi: cek pH tanah dengan test kit; jika terlalu asam (<6), tambahkan dolomit/kapur pertanian secukupnya sesuai dosis anjuran. Jika pH >8, tambahkan sulfur atau bahan organik asam.
Penyebab lain termasuk kekurangan nutrisi (terutama nitrogen) atau serangan jamur akar seperti Fusarium. Kekurangan nitrogen: daun tua menguning merata, pertumbuhan lambat. Beri pupuk organik cair (seperti kompos encer) setiap 2 minggu. Jamur akar: akar coklat kehitaman, bau busuk. Solusi: potong akar busuk, ganti tanah, dan pastikan drainase baik. Hindari penggunaan fungisida tanpa konsultasi dengan penyuluh BPP setempat.