Media tanam harus porous, misalnya campuran 50% tanah, 30% pasir malang atau sekam bakar, dan 20% kompos atau pupuk kandang matang. Jangan gunakan tanah liat yang berat. Pot harus memiliki lubang drainase banyak. Penyiraman dilakukan hanya saat media benar-benar kering, sekitar 2-3 hari sekali di musim kemarau dan 5-7 hari sekali di musim hujan. Lebih baik kekurangan air daripada kelebihan karena akar lavender mudah busuk.
Pemupukan dilakukan setiap 2-3 minggu sekali dengan pupuk NPK seimbang (misal 15-15-15) dosis rendah, setengah dari dosis anjuran. Di musim hujan, kurangi frekuensi pemupukan karena resiko jamur. Pemangkasan rutin setelah berbunga atau saat tanaman mulai memanjang (legginess) akan merangsang pertumbuhan anakan dan bunga baru. Pangkas sekitar sepertiga bagian atas batang.
Lavender membutuhkan musim dingin untuk merangsang pembungaan. Di dataran rendah tropis, sulit berbunga lebat. Solusinya: pilih varietas yang lebih toleran panas seperti Lavandula dentata atau Lavandula stoechas, atau tanam di dataran tinggi (di atas 700 mdpl) seperti di Lembang, Batu, atau Bedugul. Jika hanya ingin daunnya yang wangi, lavender tetap bisa dirawat sebagai tanaman hias dedaunan di pot.