Pada musim hujan, frekuensi pemupukan cair perlu disesuaikan karena media tanam cenderung lebih lembap. Pemberian pupuk kuping gajah berbentuk granul berlepas lambat (slow release) sebanyak 5 hingga 10 gram per pot ukuran diameter 20 cm dapat diberikan setiap 3 bulan sekali. Langkah ini menjaga ketersediaan nutrisi tanpa risiko pembusukan akar akibat tumpukan garam mineral yang berlebihan di media tanam porous.
Memasuki musim kemarau, penyiraman yang dilakukan 2 hari sekali harus diimbangi dengan aplikasi pupuk daun bernitrogen tinggi seminggu sekali pada pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB. Dosis pupuk cair disesuaikan dengan anjuran kemasan, misalnya 1 hingga 2 mililiter per liter air, lalu disemprotkan secara merata ke permukaan bawah daun. Hal ini membantu memicu pembelahan sel daun sehingga helai daun kuping gajah menjadi lebih lebar dan mengilap.
Selain hara makro, tanaman ini membutuhkan unsur hara mikro seperti zat besi dan magnesium untuk mempertahankan warna hijau pekat serta memperjelas corak urat daunnya. Penggunaan pupuk organik cair berbahan dasar kotoran kelinci atau kasgot yang telah difermentasi sempurna sebanyak 100 mililiter per tanaman setiap bulan terbukti ampuh memperbaiki struktur media tanam sekaligus merangsang pertumbuhan tunas baru.