Penyiraman tanaman ini harus disesuaikan dengan kondisi musim. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan 2 hingga 3 kali seminggu, sedangkan pada musim hujan cukup 1 kali seminggu setelah memeriksa kelembapan media tanam setinggi 2 hingga 3 cm dari permukaan. Gunakan media tanam yang sangat poros, seperti campuran sekam bakar, cacahan pakis, dan kompos dengan perbandingan 2:2:1 agar air irigasi tidak mengendap yang bisa memicu pembusukan.
Pemupukan teratur sangat mendukung pemadatan urat daun perak yang khas pada kuping gajah. Berikan pupuk organik cair atau pupuk majemuk lambat urai kaya unsur Nitrogen setiap 2 hingga 4 minggu sekali. Kelembapan udara lingkungan juga perlu dijaga pada kisaran 60% hingga 80% dengan cara menyemprotkan embun air halus di sekitar area perantingan setiap pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Penggantian media tanam atau repotting sebaiknya dilakukan rutin setiap 8 hingga 12 bulan sekali untuk memperbarui nutrisi dan mencegah pemadatan tanah. Selain itu, lakukan pembersihan debu pada permukaan daun menggunakan kain lap bersih yang dilembapkan seminggu sekali agar proses fotosintesis berjalan optimal dan tanaman terhindar dari serangan hama penyerap cairan.