Penyebab paling sering di kawasan tropis adalah frekuensi penyiraman yang tidak teratur dan media tanam yang terlalu basah. Di musim kemarau, pekebun sering kali menyiram terlalu banyak karena khawatir tanaman kekeringan, padahal penyiraman ideal cukup dilakukan 2 hingga 3 kali seminggu saat lapisan atas media setebal 2-3 cm sudah terasa kering. Media yang tergenang memicu pembusukan akar akibat infeksi cendok, yang membuat penyerapan air terhenti dan daun berubah menjadi kuning serta melunak.
Faktor cahaya dan kelembapan udara juga memegang peranan besar. Kuping gajah membutuhkan naungan dengan intensitas cahaya tidak langsung sekitar 70-80% paranet. Terkena sinar matahari terik secara langsung selama 1-2 jam saja di siang hari musim kemarau dapat membakar jaringan daun, menyebabkan bercak kuning kecokelatan yang mengering di tepi daun. Selain itu, kelembapan udara ideal untuk tanaman ini adalah 60-70%, sehingga udara kemarau yang sangat kering dapat mempercepat kerusakan daun.
Nutrisi dan kualitas media tanam yang buruk menjadi penyebab lain yang sering terabaikan. Penggunaan media tanam yang padat tanpa porositas membuat akar sesak dan kekurangan oksigen. Campuran media yang ideal terdiri dari sekam bakar, cacahan pakis, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Pemupukan rutin menggunakan pupuk majemuk NPK cair yang diencerkan setiap 2 hingga 4 minggu sekali sangat dianjurkan untuk mencegah defisiensi unsur hara nitrogen atau besi yang ditandai dengan menguningnya daun tua secara merata.