Pengamatan visual secara teratur sebanyak 2 kali seminggu sangat disarankan, terutama pada bagian lipatan bawah daun serta ketiak tangkai. Di Indonesia, ancaman hama seperti kutu putih, serangga sisik, dan tungau merah cenderung meningkat pesat saat masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Tanaman yang ditempatkan terlalu rapat dengan jarak kurang dari 20 cm antar pot juga lebih rentan tertular hama dari tanaman sekitarnya.
Langkah awal pencegahan mekanis dapat dilakukan dengan mengelap seluruh bagian daun lebar kuping gajah menggunakan kain lap basah berbahan lembut setiap 7 sampai 10 hari sekali. Pembilasan daun dengan semprotan air bertekanan sedang juga membantu melepaskan telur dan koloni hama muda sebelum mereka merusak jaringan epidermis daun. Pastikan proses pembersihan ini dilakukan pada pagi hari agar daun memiliki cukup waktu untuk kering sebelum malam tiba.
Jika tingkat serangan hama sudah melebihi 15 persen dari total permukaan daun, tindakan isolasi wajib dilakukan selama minimal 14 hari. Selama masa isolasi, lakukan penggantian media tanam dengan campuran pakis cacah, sekam bakar, dan humus daun bambu bersirkulasi baik dengan perbandingan 2:1:1. Sanitasi lingkungan dan pemberian aerasi yang cukup akan menekan perkembangbiakan hama secara signifikan sepanjang tahun.