Pemupukan dasar dilakukan saat pengolahan lahan, 2 minggu sebelum tanam. Gunakan pupuk kandang matang 10-20 ton per hektar (atau 2-3 kg per meter persegi untuk pekarangan) dicampur rata dengan tanah. Tambahkan pupuk NPK 15-15-15 atau setara dengan dosis 300-400 kg per hektar (30-40 gram per meter persegi). Aduk hingga merata, lalu biarkan selama 7-10 hari sebelum menanam umbi.
Pemupukan susulan pertama diberikan saat tanaman berumur 3-4 minggu setelah tanam (tinggi sekitar 20-30 cm). Gunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 200-300 kg per hektar (20-30 gram per meter persegi) dengan cara ditabur di sekitar tanaman lalu ditutup tipis dengan tanah. Pemupukan susulan kedua dilakukan saat muncul bakal bunga (umur 6-8 minggu), gunakan pupuk dengan kandungan P dan K lebih tinggi, misalnya NPK 10-20-20 atau 12-12-17, dosis 150-200 kg per hektar (15-20 gram per meter persegi).
Untuk hasil optimal, tambahkan pupuk mikro seperti ZA (20-30 gram per meter persegi) pada umur 5 minggu untuk memperkuat batang. Hindari pemupukan nitrogen berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan daun lebat tetapi bunga sedikit. Setelah panen bunga, berikan pupuk NPK 15-15-15 dosis 100-150 kg per hektar (10-15 gram per meter persegi) untuk memulihkan umbi. Penyiraman dilakukan rutin 2-3 hari sekali, lebih sering saat kemarau, namun jangan sampai tergenang.