Ulat grayak menyerang daun dan bunga. Ciri: daun berlubang tidak beraturan, kotoran hitam di permukaan daun. Serangan berat menyebabkan tanaman gundul. Thrips menyebabkan daun keriting, bercak keperakan, dan bunga cacat. Kutu daun mengisap cairan, menyebabkan daun kuning dan embun madu yang memicu jamur jelaga. Tungau membuat daun berbintik kuning dan seperti terbakar.
Pengendalian dimulai dengan kultur teknis: rotasi tanaman dengan bukan inang, sanitasi lahan, dan penggunaan mulsa plastik perak untuk mengusir thrips. Gunakan musuh alami seperti predator kumbang Coccinella untuk kutu daun, atau aplikasi Beauveria bassiana (jamur entomopatogen) untuk ulat dan thrips. Hindari insektisida kimia spektrum luas yang membunuh serangga berguna.
Jika populasi hama tinggi, gunakan insektisida selektif sesuai label. Untuk ulat, gunakan Bacillus thuringiensis (Bt) yang aman. Thrips dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif spinosad atau abamektin. Kutu daun dan tungau bisa dikendalikan dengan minyak neem atau sabun insektisida. Selalu konsultasi dengan penyuluh BPP setempat untuk dosis dan aplikasi tepat.