Tanam umbi pada kedalaman 5-10 cm (tergantung ukuran umbi) dengan jarak tanam 15-20 cm antar umbi dan 30 cm antar baris. Arahkan mata tunas ke atas. Siram secukupnya setelah tanam. Di musim kemarau, siram setiap 2 hari sekali; di musim hujan, kurangi penyiraman. Beri mulsa jerami setebal 5 cm untuk menjaga kelembaban dan menekan gulma. Pupuk susulan dengan NPK 16-16-16 dosis 5 gram per tanaman setiap 2 minggu sekali hingga muncul bunga.
Gladiol membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari. Lakukan pembumbunan (menimbun pangkal batang) saat tanaman setinggi 20 cm untuk memperkuat akar. Pasang ajir atau lanjaran untuk mencegah tanaman rebah, terutama saat mulai berbunga. Pengendalian hama seperti thrips dan ulat grayak dapat dilakukan dengan penyemprotan pestisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau serai secara rutin setiap 3 hari sekali jika serangan ringan.
Panen bunga gladiol dilakukan saat 2-3 kuntum terbawah sudah mekar penuh, biasanya 70-90 hari setelah tanam tergantung varietas. Potong tangkai bunga pada pagi atau sore hari dengan pisau tajam, sisakan 2-3 daun pada tanaman untuk memulihkan umbi. Setelah panen, biarkan daun mengering, lalu panen umbi baru dengan menggali tanah hati-hati. Simpan umbi di tempat teduh dan kering selama 2 minggu sebelum digunakan kembali.