Untuk pertumbuhan awal (0-2 bulan setelah tanam), gunakan pupuk dengan kandungan nitrogen (N) lebih tinggi untuk merangsang pertumbuhan daun dan batang. Pupuk kandang atau kompos bisa diberikan 1-2 kg per tanaman setiap 2 minggu. Jika menggunakan pupuk NPK, pilih yang seimbang seperti NPK 16-16-16 dengan dosis 5-10 gram per tanaman setiap 2 minggu, larutkan dalam air lalu siramkan ke media tanam. Pada fase ini, hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan tanaman terlalu rimbun dan kurang berbunga.
Memasuki fase pembungaan (biasanya 2-3 bulan setelah tanam), kurangi nitrogen dan tingkatkan fosfor (P) dan kalium (K). Pupuk NPK dengan rasio lebih rendah N, misalnya NPK 10-30-20 atau pupuk khusus bunga, dapat diberikan 5-10 gram per tanaman setiap 2-3 minggu. Alternatif alami: larutan air cucian beras (fermentasi 3 hari) atau air rebusan tulang hewan (diencerkan 1:5) bisa disiramkan setiap minggu. Untuk memicu pembungaan lebih banyak, semprotkan pupuk daun dengan kandungan P tinggi pada sore hari setiap 2 minggu.
Perhatikan juga kondisi tanah dan cuaca. Di musim hujan, pemupukan dikurangi karena air hujan dapat menyebabkan pupuk cepat tercuci. Sebaliknya di musim kemarau, tingkatkan frekuensi penyiraman setelah pemupukan agar pupuk terserap optimal. Jika tanaman tumbuh subur tetapi sedikit bunga, kurangi nitrogen dan tambahkan pupuk fosfor. Jangan lupa untuk memangkas cabang yang terlalu rimbun agar sinar matahari masuk merata, karena bunga telang butuh sinar penuh untuk berbunga maksimal.