Penyebab paling umum adalah overwatering atau drainase buruk. Ciri khasnya: daun menguning merata dari daun bawah, tanah terlihat basah terus, dan kadang muncul bercak coklat. Solusinya: kurangi frekuensi penyiraman menjadi 2-3 hari sekali (tergantung cuaca), perbaiki drainase dengan menambahkan pasir atau sekam pada media tanam, dan pindahkan tanaman ke tempat yang tidak tergenang.
Penyebab kedua adalah kekurangan unsur hara, terutama nitrogen (N) atau zat besi (Fe). Ciri: daun kuning pucat merata (kekurangan N) atau kuning di antara tulang daun (kekurangan Fe). Solusi: beri pupuk kandang matang (1-2 kg per tanaman) atau kompos setiap 2 bulan. Untuk Fe, semprot daun dengan larutan pupuk mikro (ikuti dosis pada label). Hindari pupuk urea berlebihan karena bisa memicu jamur.
Penyebab lain adalah serangan hama kutu putih atau tungau. Ciri: ada bintik-bintik putih atau sarang halus di balik daun, daun menguning dan keriting. Solusi: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) atau minyak neem (5 ml per liter) setiap 3-4 hari selama 2 minggu. Jika parah, potong bagian yang terserang dan bakar. Pastikan sirkulasi udara baik dengan memangkas cabang yang rapat.