Pengendalian hama pada bunga telang sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan metode mekanis dan biologis. Untuk kutu daun, semprotkan air sabun (1 sendok makan sabun cair per liter air) setiap 3-5 hari pada pagi atau sore hari. Tungau merah dapat dikendalikan dengan menjaga kelembapan tanaman dan menyemprotkan air bertekanan ke bagian bawah daun. Ulat daun bisa dipungut langsung atau menggunakan perangkap feromon. Hindari penggunaan pestisida kimia spektrum luas karena dapat membunuh musuh alami seperti kumbang koksi dan laba-laba.
Pencegahan adalah kunci utama. Tanam bunga telang di lokasi dengan sirkulasi udara baik dan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari. Lakukan rotasi tanaman dengan jenis lain setiap musim tanam untuk memutus siklus hama. Siram secara teratur tetapi jangan sampai tergenang, terutama saat musim hujan. Pupuk dengan kompos atau pupuk kandang matang setiap 2 bulan sekali untuk menjaga vigor tanaman. Jika serangan sudah parah, gunakan insektisida nabati seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih, dan konsultasikan ke penyuluh pertanian setempat.
Hama bunga telang biasanya muncul saat kondisi lingkungan tidak ideal. Dengan perawatan rutin dan pengamatan mingguan, Anda dapat mendeteksi serangan sejak dini. Laporkan temuan hama ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) terdekat jika serangan meluas. Ingat, tanaman yang sehat lebih tahan terhadap hama, jadi berikan nutrisi yang cukup dan hindari stres pada tanaman.