Untuk tanaman dewasa (usia >3 bulan), berikan pupuk NPK dengan perbandingan rendah N seperti NPK 15-15-15 atau 10-20-20 setiap 2 minggu sekali. Dosis untuk pot diameter 20 cm sekitar 1 sendok teh (5 gram) per pot, dilarutkan dalam 1 liter air lalu siramkan ke media tanam. Pada musim hujan (Oktober-April di Jawa), kurangi frekuensi menjadi 3 minggu sekali karena air hujan sudah mengandung sedikit nutrisi.
Alternatif pupuk organik: berikan pupuk kandang matang (kotoran ayam atau sapi) sebanyak 1 genggam per pot setiap 1 bulan. Bisa juga menggunakan pupuk cair dari fermentasi urine sapi atau air rendaman kompos (1:10) seminggu sekali. Jangan memberikan pupuk terlalu dekat batang karena bisa membakar akar; aplikasikan di tepi pot atau sekitar tajuk.
Gejala kekurangan nutrisi: daun menguning (kekurangan N), bunga sedikit (kekurangan P), tepi daun cokelat (kekurangan K). Jika terjadi, segera berikan pupuk yang sesuai. Kelebihan pupuk ditandai daun hitam mengkilap dan pertumbuhan memanjang tanpa bunga; hentikan pemupukan selama 2 minggu lalu siram dengan air bersih untuk melarutkan sisa pupuk.