Penyebab busuk akar biasanya adalah jamur tular tanah yang aktif saat tanah terlalu lembab. Ciri khasnya: batang bagian bawah menghitam, akar membusuk berwarna coklat tua, dan tanaman mudah roboh. Pada bercak daun, muncul bercak melingkar dengan tepi kuning, daun mengering, dan rontok. Kedua penyakit ini sering muncul bersamaan jika sanitasi kebun buruk atau bibit sudah terinfeksi.
Untuk mengatasi, langkah pertama adalah memisahkan tanaman sakit dan memperbaiki drainase. Siram hanya saat tanah kering (cek dengan jari sedalam 2-3 cm). Pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1-2 kali seminggu. Pemangkasan daun yang terinfeksi dan pengapuran tanah (dosis 1-2 sendok makan per tanaman) dapat membantu menekan jamur. Gunakan mulsa organik seperti jerami untuk menjaga kelembaban tanah tetap stabil.
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Tanam tapak dara di media porous (campuran tanah:sekam:pupuk kandang = 1:1:1). Beri jarak tanam minimal 20 cm untuk sirkulasi udara. Hindari penyiraman dari atas (gunakan tetes atau siram pangkal batang). Rotasi tanaman setiap 2 musim tanam juga efektif. Jika penyakit sudah parah, sebaiknya musnahkan tanaman dan sterilkan tanah dengan cara dijemur 3-5 hari atau dikukus.