Penyakit Tapak Dara: Gejala & Cara Mengobati

Tapak dara rentan terhadap penyakit busuk akar dan bercak daun yang disebabkan oleh jamur patogen tanah dan udara.

Jawaban singkat

Tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan tanaman hias populer di Indonesia karena bunganya yang cantik dan mudah dirawat. Namun, tanaman ini rentan terhadap serangan penyakit, terutama pada musim hujan atau saat drainase buruk. Dua penyakit utama yang sering menyerang adalah busuk akar (Rhizoctonia solani, Fusarium spp.) dan bercak daun (Alternaria spp., Cercospora spp.). Gejala awal bisa berupa daun menguning, layu, atau bercak coklat kehitaman pada daun. Jika tidak segera ditangani, tanaman bisa mati dalam 1-2 minggu.

Ringkas: Tapak Dara

Cahaya
Matahari penuh minimal 6 jam per hari
Penyiraman
Siram 1-2 kali sehari saat kemarau, kurangi saat hujan; jangan sampai tergenang
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman tahunan, produktivitas menurun setelah 1-2 tahun; perbarui dengan bibit baru.

Penyebab busuk akar biasanya adalah jamur tular tanah yang aktif saat tanah terlalu lembab. Ciri khasnya: batang bagian bawah menghitam, akar membusuk berwarna coklat tua, dan tanaman mudah roboh. Pada bercak daun, muncul bercak melingkar dengan tepi kuning, daun mengering, dan rontok. Kedua penyakit ini sering muncul bersamaan jika sanitasi kebun buruk atau bibit sudah terinfeksi.

Untuk mengatasi, langkah pertama adalah memisahkan tanaman sakit dan memperbaiki drainase. Siram hanya saat tanah kering (cek dengan jari sedalam 2-3 cm). Pada musim hujan, kurangi frekuensi penyiraman menjadi 1-2 kali seminggu. Pemangkasan daun yang terinfeksi dan pengapuran tanah (dosis 1-2 sendok makan per tanaman) dapat membantu menekan jamur. Gunakan mulsa organik seperti jerami untuk menjaga kelembaban tanah tetap stabil.

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Tanam tapak dara di media porous (campuran tanah:sekam:pupuk kandang = 1:1:1). Beri jarak tanam minimal 20 cm untuk sirkulasi udara. Hindari penyiraman dari atas (gunakan tetes atau siram pangkal batang). Rotasi tanaman setiap 2 musim tanam juga efektif. Jika penyakit sudah parah, sebaiknya musnahkan tanaman dan sterilkan tanah dengan cara dijemur 3-5 hari atau dikukus.

Penyebab & Cara Mengatasi

Busuk Akar (Rhizoctonia solani, Fusarium spp.)

Ciri: Daun menguning, layu mendadak; batang bawah menghitam; akar coklat dan lembek; tanaman mudah roboh saat ditarik.

Solusi: Perbaiki drainase, kurangi penyiraman, aplikasi fungisida hayati Trichoderma spp. ke tanah sesuai label, dan cabut tanaman sakit beserta tanahnya.

Bercak Daun (Alternaria spp., Cercospora spp.)

Ciri: Bercak coklat kehitaman dengan tepi kuning pada daun; daun mengering dan rontok; biasanya dimulai dari daun bawah.

Solusi: Pangkas daun terinfeksi, semprot fungisida berbahan aktif tembaga atau mankozeb sesuai label, dan jaga kelembaban dengan tidak menyiram daun.

Langkah-langkah

  1. Identifikasi gejala dengan memeriksa akar dan daun; jika akar busuk, segera isolasi tanaman.
  2. Perbaiki drainase dengan menambahkan pasir atau sekam ke media tanam; pastikan pot memiliki lubang drainase.
  3. Pangkas semua bagian yang sakit menggunakan gunting steril, lalu oleskan fungisida alami (misal larutan bawang putih 10%) pada luka.
  4. Siram dengan fungisida hayati (Trichoderma) sesuai dosis label, ulangi setiap 7 hari selama 3 minggu.
  5. Pindahkan tanaman ke tempat yang lebih kering dan terkena sinar matahari langsung minimal 4 jam/hari.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tapak dara bisa terserang virus?

Ya, virus mosaik (Cucumber mosaic virus) dapat menyebabkan daun belang dan keriting. Namun lebih jarang dibanding jamur. Tidak ada obat; cabut dan musnahkan tanaman.

Kenapa daun tapak dara saya menguning padahal tidak layu?

Kemungkinan kekurangan nitrogen atau terlalu banyak air. Beri pupuk NPK 16:16:16 setengah dosis dan kurangi penyiraman.

Apakah fungisida alami efektif untuk bercak daun?

Efektif untuk pencegahan. Untuk serangan berat, gunakan fungisida kimia sesuai rekomendasi penyuluh.

Bisakah tapak dara ditanam di pot kecil?

Bisa, tapi pastikan pot berdiameter minimal 15 cm dan memiliki lubang drainase agar tidak mudah busuk akar.

Kapan waktu terbaik menyemprot fungisida?

Pagi hari (pukul 06.00-08.00) atau sore (16.00-18.00) saat tidak hujan dan angin tenang.

Apakah tapak dara bisa disiram setiap hari?

Tidak. Siram 2-3 kali seminggu di musim kemarau, 1 kali seminggu di musim hujan. Pastikan tanah tidak becek.

Lebih lanjut tentang Tapak Dara

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.