Kutu daun biasanya menyerang pucuk daun dan tangkai bunga, menyebabkan daun keriting, menguning, dan pertumbuhan terhambat. Mereka juga mengeluarkan embun madu yang memicu pertumbuhan jamur jelaga. Tungau merah menyerang permukaan bawah daun, menimbulkan bintik kuning atau perak, dan daun akhirnya mengering serta gugur. Ulat pemakan daun (misalnya Spodoptera litura) membuat lubang pada daun dan dapat merusak tanaman dalam waktu singkat jika tidak dikendalikan.
Pengendalian hama pada tapak dara sebaiknya dimulai dengan cara mekanis dan alami. Untuk kutu daun, semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per 1 liter air) setiap 3 hari selama seminggu. Untuk tungau, tingkatkan kelembapan dengan menyemprot air ke daun pada pagi hari. Untuk ulat, petik dan musnahkan secara manual. Hindari penggunaan pestisida kimia yang keras karena dapat merusak tanaman dan lingkungan. Jika serangan parah, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi pestisida nabati atau biologis yang sesuai.
Pencegahan adalah kunci utama. Tanam tapak dara di lokasi dengan sirkulasi udara baik dan sinar matahari cukup (minimal 6 jam sehari). Siram secara teratur tetapi jangan berlebihan, karena kelembapan tinggi memicu jamur. Lakukan pemangkasan rutin pada bagian yang rusak. Periksa tanaman setiap minggu, terutama saat musim kemarau (April-Oktober) karena hama lebih aktif. Dengan perawatan yang baik, tapak dara Anda akan tumbuh sehat dan berbunga lebat.