Panduan Pemupukan Bunga Turi (Sesbania grandiflora) yang Tepat

Pemupukan bunga turi yang tepat akan membuat tanaman rajin berbunga dan berdaun lebat sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Bunga turi (Sesbania grandiflora) adalah tanaman sayuran yang mudah tumbuh di Indonesia, mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1.500 mdpl. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh dan tanah gembur yang kaya bahan organik. Pemupukan yang tepat menjadi kunci agar tanaman rajin berbunga, karena bunga turi dipanen untuk konsumsi. Berikut panduan pemupukan berdasarkan fase pertumbuhan.

Ringkas: Bunga Turi

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 6 jam sinar matahari langsung per hari)
Penyiraman
Siram setiap hari saat musim kemarau, 2-3 kali seminggu saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini sangat mudah beradaptasi, cocok untuk pemula dan lahan kering.

Pemupukan dasar dilakukan saat tanam. Campurkan pupuk kandang matang (2-3 kg per lubang tanam) dengan tanah. Tambahkan 100 gram dolomit per lubang jika tanah masam (pH < 6). Setelah 1 bulan, berikan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 50 gram per tanaman, ditabur melingkar sejauh 30 cm dari batang, lalu tutup tipis dengan tanah. Ulangi setiap 2-3 bulan sekali. Pada musim kemarau, kurangi dosis menjadi 30 gram karena pertumbuhan lebih lambat.

Untuk merangsang pembungaan, saat tanaman mulai berumur 4-5 bulan, berikan pupuk dengan kandungan fosfor (P) tinggi. Gunakan pupuk NPK 10-30-10 atau 15-15-15 yang diperkaya fosfor, sebanyak 75 gram per tanaman setiap 2 bulan. Alternatif alami adalah menyiramkan air cucian beras atau air rendaman telur seminggu sekali. Pada musim hujan, perhatikan drainase agar pupuk tidak tercuci.

Pupuk organik cair juga bisa diberikan setiap 2 minggu, misalnya dari fermentasi daun lamtoro atau urine sapi yang diencerkan 1:10. Siramkan 1 liter per tanaman di sekitar perakaran. Jika tanaman menunjukkan daun menguning atau pertumbuhan lambat, tambahkan pupuk daun yang mengandung nitrogen, seperti urea 0,5 gram per liter air, semprotkan ke daun setiap 2 minggu. Hindari pemupukan berlebihan karena dapat memicu pertumbuhan vegetatif berlebih dan mengurangi bunga.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lubang tanam berukuran 40x40x40 cm, beri pupuk kandang matang 2-3 kg dan dolomit 100 gram jika perlu, aduk rata.
  2. Tanam bibit turi setinggi 30-50 cm, siram secukupnya. Setelah 1 bulan, beri NPK 16-16-16 50 gram per tanaman, ulangi setiap 2-3 bulan.
  3. Saat tanaman berumur 4-5 bulan, ganti pupuk dengan NPK tinggi fosfor (10-30-10) 75 gram per tanaman setiap 2 bulan untuk merangsang bunga.
  4. Berikan pupuk organik cair (fermentasi daun lamtoro atau urine sapi encer) setiap 2 minggu, 1 liter per tanaman. Semprot daun dengan urea 0,5 g/L jika daun menguning.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan waktu terbaik memupuk bunga turi?

Pemupukan dasar saat tanam, lalu pemupukan susulan setiap 2-3 bulan. Pupuk fosfor diberikan saat tanaman mulai berbunga (usia 4-5 bulan).

Apakah bunga turi perlu pupuk kandang?

Sangat perlu. Pupuk kandang matang (2-3 kg per lubang) memperbaiki struktur tanah dan menyediakan nutrisi mikro.

Mengapa bunga turi saya tidak berbunga?

Kekurangan fosfor atau terlalu banyak nitrogen. Gunakan pupuk NPK tinggi fosfor (10-30-10) dan hindari urea berlebihan.

Bolehkah menggunakan pupuk NPK 16-16-16 terus?

Boleh untuk pertumbuhan awal, tetapi setelah 4-5 bulan sebaiknya beralih ke pupuk tinggi fosfor agar bunga optimal.

Apa tanda tanaman kelebihan pupuk?

Daun mengeriting, ujung daun terbakar, pertumbuhan terlalu cepat namun bunga sedikit. Segera hentikan pemupukan dan siram air bersih.

Bagaimana cara membuat pupuk organik cair sendiri?

Fermentasi 1 kg daun lamtoro atau 1 liter urine sapi dengan 10 liter air dan 100 gram gula merah selama 7-10 hari. Encerkan 1:10 sebelum digunakan.

Lebih lanjut tentang Bunga Turi

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.