Hama Bunga Turi dan Cara Pengendaliannya

Bunga turi (Sesbania grandiflora) rentan terhadap beberapa hama utama yang perlu dikendalikan secara tepat dan ramah lingkungan.

Jawaban singkat

Bunga turi (Sesbania grandiflora) merupakan tanaman sayur yang banyak ditanam di pekarangan rumah di Indonesia. Meski relatif mudah tumbuh, tanaman ini sering diserang hama yang dapat menurunkan produksi bunga. Hama utama bunga turi meliputi kutu daun, ulat penggulung daun, dan kepik hijau. Pengendalian hama sebaiknya dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan cara mekanis dan hayati.

Ringkas: Bunga Turi

Cahaya
Cahaya penuh (minimal 6 jam sinar matahari langsung per hari)
Penyiraman
Siram setiap hari saat musim kemarau, 2-3 kali seminggu saat musim hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman ini sangat mudah beradaptasi, cocok untuk pemula dan lahan kering.

Kutu daun (Aphis spp.) biasanya menyerang pucuk dan bunga muda. Ciri serangan: daun mengeriting, pertumbuhan terhambat, dan muncul embun madu yang menarik semut. Populasi kutu daun meningkat drastis di musim kemarau. Pengendalian: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3 hari sekali selama 2 minggu, atau gunakan predator alami seperti kumbang koksi (Coccinellidae).

Ulat penggulung daun (Sylepta spp.) membuat daun tergulung dan berisi ulat hijau kecil. Serangan parah menyebabkan daun rusak dan bunga tidak berkembang. Puncak serangan terjadi di awal musim hujan. Pengendalian: kumpulkan dan musnahkan daun yang tergulung secara manual setiap pagi, atau semprot dengan larutan daun mimba (250 gram daun mimba direbus dalam 1 liter air, dinginkan, saring, semprotkan 3 hari sekali).

Kepik hijau (Nezara viridula) menusuk polong dan bunga muda, menyebabkan bunga gugur dan polong keriput. Hama ini aktif di musim kemarau. Pengendalian: pasang perangkap lampu pada malam hari, atau semprot dengan larutan cabai (100 gram cabai rawit direbus dalam 1 liter air, dinginkan, saring, semprotkan setiap 5 hari). Hindari penggunaan pestisida kimia yang mematikan musuh alami.

Penyebab & Cara Mengatasi

Kutu daun (Aphis spp.)

Ciri: Daun pucuk mengeriting, pertumbuhan terhambat, ada embun madu dan semut berkerumun. Serangan berat di musim kemarau.

Solusi: Semprot dengan air sabun (1 sdm sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu. Lepas kumbang koksi jika tersedia.

Ulat penggulung daun (Sylepta spp.)

Ciri: Daun tergulung, di dalamnya terdapat ulat hijau. Daun rusak dan bunga tidak berkembang. Puncak serangan awal musim hujan.

Solusi: Kumpulkan dan musnahkan daun tergulung setiap pagi. Semprot larutan daun mimba (250 gr daun mimba rebus 1 liter air) setiap 3 hari.

Kepik hijau (Nezara viridula)

Ciri: Bunga gugur, polong keriput. Serangga hijau berbentuk perisai pada polong dan bunga. Aktif musim kemarau.

Solusi: Pasang perangkap lampu pada malam hari. Semprot larutan cabai (100 gr cabai rawit rebus 1 liter air) setiap 5 hari.

Langkah-langkah

  1. Lakukan pemantauan rutin setiap minggu, periksa pucuk, daun, dan bunga untuk mendeteksi hama sejak dini.
  2. Jika ditemukan kutu daun, segera semprot dengan air sabun atau larutan daun mimba pada pagi atau sore hari.
  3. Untuk ulat penggulung daun, kumpulkan dan musnahkan daun yang tergulung secara manual, lalu semprot dengan larutan daun mimba.
  4. Untuk kepik hijau, pasang perangkap lampu pada malam hari dan semprot dengan larutan cabai jika populasi tinggi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah bunga turi tahan terhadap hama?

Bunga turi relatif rentan terhadap kutu daun, ulat penggulung daun, dan kepik hijau. Namun dengan perawatan rutin dan pengendalian dini, serangan dapat diminimalkan.

Bagaimana cara mengendalikan kutu daun tanpa pestisida?

Semprot dengan air sabun (1 sdm sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama 2 minggu, atau gunakan predator alami seperti kumbang koksi.

Apakah ulat penggulung daun berbahaya bagi tanaman?

Ya, ulat ini merusak daun sehingga mengganggu fotosintesis dan pertumbuhan bunga. Segera kumpulkan daun tergulung dan semprot dengan larutan daun mimba.

Kapan waktu terbaik untuk menyemprot tanaman?

Pagi hari (sebelum pukul 9) atau sore hari (setelah pukul 16) untuk menghindari penguapan dan sengatan matahari.

Apakah kepik hijau bisa dikendalikan dengan perangkap?

Ya, pasang perangkap lampu pada malam hari untuk menarik dan menangkap kepik hijau. Juga bisa ditanam tanaman perangkap seperti tomat di sekitar.

Bagaimana cara membuat larutan daun mimba?

Rebus 250 gram daun mimba segar dalam 1 liter air selama 15 menit, dinginkan, saring, lalu semprotkan ke tanaman setiap 3 hari.

Lebih lanjut tentang Bunga Turi

Panduan terkait

Hama & Pengendalian, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.