Kutu daun (Aphis spp.) biasanya menyerang pucuk dan bunga muda. Ciri serangan: daun mengeriting, pertumbuhan terhambat, dan muncul embun madu yang menarik semut. Populasi kutu daun meningkat drastis di musim kemarau. Pengendalian: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3 hari sekali selama 2 minggu, atau gunakan predator alami seperti kumbang koksi (Coccinellidae).
Ulat penggulung daun (Sylepta spp.) membuat daun tergulung dan berisi ulat hijau kecil. Serangan parah menyebabkan daun rusak dan bunga tidak berkembang. Puncak serangan terjadi di awal musim hujan. Pengendalian: kumpulkan dan musnahkan daun yang tergulung secara manual setiap pagi, atau semprot dengan larutan daun mimba (250 gram daun mimba direbus dalam 1 liter air, dinginkan, saring, semprotkan 3 hari sekali).
Kepik hijau (Nezara viridula) menusuk polong dan bunga muda, menyebabkan bunga gugur dan polong keriput. Hama ini aktif di musim kemarau. Pengendalian: pasang perangkap lampu pada malam hari, atau semprot dengan larutan cabai (100 gram cabai rawit direbus dalam 1 liter air, dinginkan, saring, semprotkan setiap 5 hari). Hindari penggunaan pestisida kimia yang mematikan musuh alami.