Penyakit Mangkokan: Gejala & Cara Mengobati

Mangkokan (Polyscias scutellaria) rentan terhadap beberapa penyakit jamur dan bakteri yang menyebabkan daun bercak, layu, atau busuk. Kenali gejalanya dan atasi dengan tepat.

Jawaban singkat

Mangkokan adalah sayuran daun populer di Indonesia, mudah tumbuh di pekarangan. Namun, penyakit sering muncul saat musim hujan atau drainase buruk. Dua penyakit utama adalah bercak daun (jamur Cercospora atau Colletotrichum) dan busuk batang (bakteri Erwinia atau jamur Sclerotium). Kenali cirinya agar penanganan tepat.

Ringkas: Mangkokan

Cahaya
Teduh (naungan 50%) atau sinar matahari pagi
Penyiraman
Siram 2x sehari saat kemarau, 1x saat hujan jika tidak hujan
Musim
Sepanjang tahun
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman cepat tumbuh, panen pertama 3-4 bulan dari stek

Bercak daun ditandai bercak coklat kehitaman dengan tepi kuning, menyebar dari daun tua ke muda. Serangan parah menyebabkan daun gugur dan tanaman merana. Penyebabnya kelembaban tinggi (>90%) dan daun basah lebih dari 6 jam. Solusi: atur jarak tanam (30x30 cm), pangkas daun bagian bawah, jangan menyiram dari atas.

Busuk batang dimulai dari pangkal batang berair, berubah coklat kehitaman, dan mengeluarkan bau busuk (bakteri) atau tidak berbau (jamur). Tanaman layu mendadak meski tanah lembab. Penyebabnya tanah tergenang, luka pada batang, atau penggunaan pupuk kandang belum matang. Solusi: perbaiki drainase, hindari melukai batang, cabut tanaman sakit dan bakar.

Untuk pengendalian, prioritaskan pencegahan: tanam varietas tahan, rotasi tanaman (jangan tanam mangkokan di lahan sama lebih dari 2 musim), dan gunakan mulsa plastik untuk mengurangi percikan air. Jika serangan sudah terjadi, semprotkan fungisida berbahan aktif mankozeb atau tembaga hidroksida sesuai label, atau bakterisida berbahan aktif streptomisin sulfat untuk busuk bakteri. Konsultasi dengan BPP setempat untuk dosis tepat.

Penyebab & Cara Mengatasi

Bercak Daun (Cercospora/Colletotrichum)

Ciri: Bercak coklat kehitaman dengan halo kuning, berbentuk bulat atau tidak beraturan, muncul di daun tua dan menyebar ke daun muda. Daun gugur saat parah.

Solusi: Pangkas daun terserang, perbaiki sirkulasi udara (jarak tanam 30x30 cm), hindari penyiraman di atas daun. Aplikasi fungisida berbahan mankozeb atau tembaga hidroksida sesuai label.

Busuk Batang (Erwinia/Sclerotium)

Ciri: Pangkal batang basah, lembek, berwarna coklat kehitaman. Bau busuk (bakteri) atau tidak berbau (jamur). Tanaman layu mendadak, tanah tetap lembab.

Solusi: Perbaiki drainase, hindari genangan. Cabut tanaman sakit dan bakar. Untuk bakteri, aplikasi bakterisida streptomisin sulfat; untuk jamur, fungisida benomil atau karbendazim sesuai label.

Langkah-langkah

  1. Langkah 1: Amati gejala pada daun (bercak) dan batang (busuk). Bedakan dengan ciri di atas.
  2. Langkah 2: Isolasi tanaman sakit dengan mencabut dan membakarnya jika serangan sudah parah (busuk batang) atau memotong bagian daun yang berbercak.
  3. Langkah 3: Perbaiki lingkungan: atur drainase, kurangi naungan, dan atur jarak tanam (30x30 cm) untuk mengurangi kelembaban.
  4. Langkah 4: Aplikasi fungisida/bakterisida sesuai jenis penyakit. Untuk bercak daun, gunakan fungisida berbahan tembaga; untuk busuk batang, gunakan bakterisida atau fungisida sesuai penyebab. Ikuti petunjuk label dan konsultasi dengan penyuluh.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan bercak daun dan penyakit busuk batang pada mangkokan?

Bercak daun hanya menyerang daun dengan bercak coklat dan halo kuning, sementara busuk batang menyerang pangkal batang dengan gejala basah, lembek, dan layu mendadak.

Bisakah penyakit mangkokan menular ke tanaman lain?

Ya, patogen penyebab bercak daun dan busuk batang dapat menular melalui percikan air, angin, atau alat pertanian ke tanaman lain seperti sawi atau bayam. Segera isolasi tanaman sakit.

Apakah pupuk kandang bisa menyebabkan penyakit busuk batang?

Pupuk kandang yang belum matang dapat mengandung patogen seperti Sclerotium. Gunakan pupuk kandang yang sudah difermentasi minimal 2 bulan.

Mengapa penyakit muncul di musim hujan?

Kelembaban tinggi dan daun basah lama memicu spora jamur dan bakteri berkembang. Kurangi penyiraman dan perbaiki drainase saat musim hujan.

Apakah ada varietas mangkokan yang tahan penyakit?

Beberapa varietas lokal seperti mangkokan hijau dan mangkokan merah dilaporkan lebih tahan. Tanyakan ke BPP setempat untuk varietas unggul di daerah Anda.

Apa yang harus dilakukan jika semua tanaman sudah terinfeksi?

Cabut dan bakar semua tanaman sakit. Jangan tanam mangkokan di lahan yang sama selama minimal 2 musim. Bersihkan sisa tanaman dan beri kapur pertanian (dolomit) 2 minggu sebelum tanam.

Lebih lanjut tentang Mangkokan

Panduan terkait

Penyakit & Solusi, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.