Kutu daun (Aphis sp.) biasanya menyerang pucuk muda dan permukaan bawah daun. Ciri serangan: daun mengeriting, pertumbuhan terhambat, dan muncul embun madu yang memicu jamur jelaga. Pengendalian: semprot dengan air sabun (1 sendok sabun cair per liter air) setiap 3 hari selama seminggu, atau gunakan predator alami seperti kumbang koksi. Hindari penggunaan pestisida kimia yang membunuh musuh alami.
Ulat penggulung daun (misalnya Spodoptera sp.) membuat daun menggulung dan terdapat kotoran hitam di dalamnya. Serangan parah menyebabkan daun rusak dan gugur. Solusi: pangkas dan musnahkan daun yang terserang, lalu semprot dengan ekstrak daun mimba (1 kg daun mimba direbus dalam 5 liter air, dinginkan, saring, semprotkan setiap 5 hari). Jika populasi tinggi, konsultasikan dengan penyuluh untuk opsi Bt (Bacillus thuringiensis).
Tungau merah (Tetranychus urticae) menyerang daun tua dengan ciri bercak kuning atau perak dan anyaman halus di permukaan bawah daun. Serangan berat menyebabkan daun kering dan rontok. Pengendalian: tingkatkan kelembaban dengan menyemprot air ke daun setiap pagi, dan semprot dengan larutan bawang putih (5 siung bawang putih dihaluskan, rendam dalam 1 liter air semalam, saring, semprotkan setiap 5-7 hari). Hindari kekeringan dan pemupukan nitrogen berlebihan.