Persiapan lahan dimulai dengan membersihkan gulma dan menggemburkan tanah sedalam 30 cm. Campurkan pupuk kandang matang atau kompos dengan perbandingan 1:3 (pupuk:tanah). Buat bedengan lebar 100 cm dan tinggi 30 cm jika tanah mudah tergenang. Bibit beluntas bisa diperoleh dari stek batang atau anakan. Pilih batang semi-kayu sepanjang 20–25 cm dengan 3–4 ruas. Rendam pangkal stek dalam larutan bawang merah (5 siung tumbuk + 1 liter air) selama 15 menit untuk merangsang akar, lalu tiriskan.
Tanam stek sedalam 5–7 cm dengan jarak tanam 50×60 cm atau 60×60 cm. Siram setiap hari pada minggu pertama, lalu kurangi menjadi 2–3 hari sekali jika sudah tumbuh. Beri pupuk susulan berupa pupuk kandang atau kompos sebanyak 0,5–1 kg per tanaman setiap 2 bulan. Lakukan penyiangan gulma setiap 2 minggu dan mulsa jerami atau daun kering untuk menjaga kelembaban. Beluntas jarang terserang hama berat, tetapi kutu daun atau ulat bisa dikendalikan dengan semprotan air sabun atau pestisida nabati (daun mimba).
Panen pertama dilakukan saat tanaman berumur 3–4 bulan setelah tanam, atau ketika tinggi tanaman mencapai 50–70 cm. Petik pucuk daun sepanjang 10–15 cm setiap 2–3 minggu sekali. Pemangkasan rutin justru merangsang pertumbuhan tunas baru. Dalam satu kali tanam, beluntas bisa dipanen hingga 1–2 tahun. Daun segar bisa langsung dikonsumsi atau disimpan di kulkas dalam wadah tertutup selama 3–5 hari. Untuk hasil maksimal, lakukan pemupukan organik rutin dan jaga kelembaban tanah.