Penyakit bercak daun biasanya muncul di musim hujan. Ciri-cirinya: bercak kecil berwarna coklat kehitaman dengan tepi kuning pada daun, lama-lama melebar dan daun mengering. Penyebabnya jamur Cercospora atau Colletotrichum. Solusinya: potong daun yang terinfeksi, jangan disiram berlebihan, dan perbaiki sirkulasi udara dengan tidak menanam terlalu rapat. Untuk pencegahan, semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga atau belerang sesuai dosis anjuran pada label, atau gunakan larutan bawang putih (10 gram bawang putih halus + 1 liter air, diamkan semalam, saring, semprot setiap 5-7 hari).
Penyakit busuk akar dan pangkal batang menyebabkan tanaman layu mendadak, batang lembek, dan akar berwarna coklat kehitaman. Penyebabnya jamur Fusarium atau bakteri Ralstonia. Penyakit ini sering terjadi di lahan yang tergenang air. Solusi: segera cabut tanaman yang sakit dan bakar, jangan ditanam di lahan yang sama. Perbaiki drainase dengan membuat bedengan setinggi 20-30 cm, dan kurangi penyiraman saat musim hujan. Gunakan pupuk kandang yang sudah matang (minimal 2 bulan) untuk meningkatkan mikroba antagonis.
Hama seperti kutu daun dan ulat juga bisa memicu penyakit karena luka bekisnya menjadi pintu masuk jamur. Kutu daun (Aphis sp.) menyebabkan daun keriting dan lengket, diikuti jamur jelaga hitam. Ulat daun (Spodoptera) memakan daun hingga berlubang. Kendalikan hama dengan menyemprotkan air sabun (1 sendok sabun cair + 1 liter air) atau minyak mimba (5 ml/L air) seminggu sekali. Jika serangan berat, konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk rekomendasi insektisida yang tepat.