Untuk pemupukan dasar, berikan pupuk kandang atau kompos sebanyak 1-2 kg per meter persegi saat pengolahan tanah. Pada tanaman beluntas yang sudah tumbuh, lakukan pemupukan susulan setiap 2-3 minggu sekali menggunakan pupuk organik cair (POC) atau pupuk NPK seimbang (misal 16-16-16) dengan dosis sekitar 5-10 gram per tanaman, tergantung usia. Aplikasi pupuk dilakukan dengan cara dikocor atau ditabur di sekitar pangkal batang, lalu ditutup tipis dengan tanah.
Pada musim hujan, pemupukan perlu dikurangi frekuensinya menjadi sebulan sekali karena air hujan dapat menyebabkan pencucian unsur hara. Sebaliknya, di musim kemarau, tingkatkan frekuensi menjadi setiap 2 minggu untuk menjaga kelembaban dan ketersediaan nutrisi. Perhatikan juga kondisi tanah; jika tanah berpasir, pemupukan lebih sering diperlukan karena unsur hara mudah hilang.
Hindari pemupukan berlebihan karena dapat menyebabkan pertumbuhan vegetatif yang terlalu rimbun namun rentan hama, atau bahkan membakar akar. Jika daun menguning, mungkin kekurangan nitrogen; jika tepi daun kering, kelebihan pupuk. Untuk hasil optimal, kombinasikan pemupukan dengan penyiraman yang cukup, terutama saat musim kemarau. Selalu baca petunjuk pada kemasan pupuk dan konsultasikan dengan penyuluh pertanian setempat untuk dosis yang tepat.