Penanaman dari biji: buat lubang sedalam 1-2 cm, masukkan 2-3 biji per lubang, lalu tutup tipis dengan tanah. Jarak tanam ideal 1,5-2 meter antartanaman. Siram setiap hari pada pagi atau sore hingga bibit tumbuh (biasanya 1-2 minggu). Setelah bibit setinggi 30-50 cm, pilih satu bibit terkuat per lubang dan pindahkan yang lain. Penyiraman bisa dikurangi menjadi 2-3 kali seminggu setelah tanaman berumur 2 bulan, kecuali musim kemarau panjang.
Perawatan utama meliputi pemupukan susulan setiap 3-4 bulan dengan kompos atau pupuk kandang (1-2 kg per tanaman). Pangkas cabang utama pada ketinggian 1-1,5 meter untuk merangsang percabangan dan memudahkan panen daun. Penyiangan gulma dilakukan sebulan sekali. Hama yang sering menyerang antara lain ulat dan kutu daun; kendalikan dengan semprotan air sabun atau pestisida nabati seperti ekstrak daun nimba. Tanaman kelor mulai bisa dipanen daunnya pada umur 2-3 bulan setelah tanam.
Panen daun dilakukan dengan memetik pucuk dan daun muda sepanjang 20-30 cm. Panen rutin setiap 2-4 minggu sekali justru merangsang pertumbuhan tunas baru. Pohon kelor bisa menghasilkan daun hingga 5-10 tahun. Untuk polong muda (sayur), panen saat polong masih hijau dan empuk, sekitar umur 4-5 bulan setelah tanam. Simpan daun kelor di kulkas dalam wadah tertutup bisa tahan 1-2 minggu.