Panduan Pemupukan Kelor yang Tepat

Pemupukan kelor yang tepat akan menghasilkan daun lebat dan berkualitas tinggi sepanjang tahun.

Jawaban singkat

Kelor (Moringa oleifera) adalah tanaman sayuran yang sangat adaptif di Indonesia. Agar daunnya lebat dan bernutrisi, pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada fase awal (0-3 bulan), berikan pupuk kandang matang sebanyak 5-10 kg per lubang tanam saat persiapan lahan. Setelah itu, lakukan pemupukan susulan setiap 2 bulan sekali dengan dosis 100-200 gram NPK 16-16-16 per pohon, atau gunakan pupuk organik cair dari kotoran kambing atau sapi yang difermentasi selama 2 minggu dengan perbandingan 1:5 air. Untuk hasil optimal, kombinasikan dengan pupuk daun seperti POC atau air cucian beras yang disemprotkan setiap 2 minggu sekali pada pagi hari.

Ringkas: Kelor

Cahaya
Sinar matahari penuh minimal 6 jam sehari
Penyiraman
Siram setiap hari saat bibit, 2-3 kali seminggu setelah dewasa, lebih sering saat kemarau
Musim
Sepanjang tahun, awal musim hujan lebih baik
Tingkat Kesulitan
Mudah

Tanaman tumbuh cepat, panen pertama daun umur 2-3 bulan

Pada musim kemarau, kurangi frekuensi pemupukan menjadi sekali sebulan karena pertumbuhan melambat. Sebaliknya, di musim hujan, pemupukan bisa ditingkatkan menjadi setiap 1,5 bulan sekali karena nutrisi cepat tercuci. Hindari pemupukan saat hujan deras untuk mencegah kehilangan unsur hara. Aplikasikan pupuk dengan cara dikocor atau ditabur melingkar di sekitar batang, lalu tutup tipis dengan tanah. Pastikan tanah tetap gembur dan tidak tergenang.

Untuk tanaman kelor dalam pot, gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar (2:1:1). Berikan pupuk NPK 16-16-16 sebanyak 5-10 gram per pot setiap 2 bulan. Jika daun menguning, tambahkan pupuk urea atau ZA dosis rendah (1 gram per liter air) setiap 2 minggu sekali hingga hijau kembali. Perhatikan juga pH tanah ideal (6,0-7,0) dengan mengaplikasikan kapur dolomit 100 gram per m² setiap 6 bulan jika pH terlalu asam.

Pemupukan organik sangat dianjurkan untuk kelor karena daunnya dikonsumsi sebagai sayur. Gunakan pupuk hijau dari daun lamtoro atau gamal yang ditanam di sekitar pohon. Aplikasi pupuk kandang ayam atau sapi yang sudah matang sebanyak 2-3 kg per pohon setiap 3 bulan juga efektif. Jangan lupa untuk melakukan mulsa dengan jerami atau rumput kering untuk menjaga kelembaban dan mengurangi pencucian pupuk. Dengan pemupukan rutin, kelor bisa dipanen daunnya setiap 2-3 bulan sekali.

Langkah-langkah

  1. Siapkan lahan atau pot dengan campuran tanah, kompos, dan sekam bakar (2:1:1) untuk drainase baik.
  2. Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang matang 5-10 kg per lubang tanam saat tanam awal.
  3. Lakukan pemupukan susulan setiap 2 bulan dengan NPK 16-16-16 100-200 gram per pohon atau pupuk organik cair.
  4. Semprot pupuk daun (POC atau air cucian beras) setiap 2 minggu pada pagi hari untuk daun lebih hijau.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kali pemupukan kelor dalam sebulan?

Pada fase pertumbuhan aktif (musim hujan), beri pupuk NPK setiap 1,5-2 bulan sekali. Di musim kemarau, cukup sekali sebulan.

Apa pupuk terbaik untuk kelor?

Pupuk kandang matang (ayam, sapi, kambing) sebagai dasar, dan NPK 16-16-16 sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair juga bagus.

Kenapa daun kelor menguning?

Bisa karena kekurangan nitrogen, pH tanah terlalu asam, atau serangan hama. Tambahkan pupuk urea atau ZA dosis rendah, dan periksa pH tanah.

Apakah kelor perlu dipupuk saat musim kemarau?

Perlu, tetapi kurangi frekuensi menjadi sebulan sekali karena pertumbuhan lambat. Gunakan pupuk organik agar tanah tetap lembab.

Bisakah kelor ditanam di pot dan tetap berdaun lebat?

Bisa. Gunakan pot diameter minimal 40 cm, campuran tanah kompos sekam, dan pupuk NPK 5-10 gram per pot setiap 2 bulan.

Lebih lanjut tentang Kelor

Panduan terkait

Pemupukan, di semua tanamanBandingkan gejala dan solusinya menurut tanaman, panduan lintas tanaman.