Setelah tanam, pemupukan susulan dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pada fase vegetatif (0–4 minggu setelah tanam), gunakan pupuk dengan N lebih tinggi, misalnya NPK 30-10-10 atau Urea 5 g per tanaman dilarutkan dalam 1 liter air. Saat mulai berbunga dan berbuah (4–8 minggu), alihkan ke pupuk dengan P dan K lebih tinggi, seperti NPK 15-30-15 atau KNO3 3–5 g per tanaman, untuk merangsang pembungaan dan pembesaran buah.
Pemberian pupuk sebaiknya dikocor di sekitar perakaran (bukan daun) pada pagi atau sore hari, lalu siram dengan air bersih. Hindari pemupukan saat tanah kering; pastikan tanah lembab. Untuk tanaman dalam pot (diameter 40 cm), gunakan pupuk kandang 1–2 kg per pot sebagai dasar, lalu susulan NPK 5 g per pot setiap 2 minggu. Di musim hujan, kurangi dosis pupuk N karena risiko pencucian, dan tambah K untuk ketahanan penyakit.
Gejala kekurangan hara: daun menguning (kurang N), buah kecil (kurang K), atau bunga rontok (kurang B). Jika tanaman terlalu subur (daun lebat tapi sedikit buah), kurangi N dan tambah P-K. Pemberian pupuk organik cair (urin sapi atau ekstrak rumput laut) setiap 2 minggu juga membantu. Selalu ikuti dosis anjuran pada label dan konsultasi dengan penyuluh setempat jika ragu.